Kami berangkat tanggal 25 Desember dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air, rute Jakarta - Batam. Kami terpaksa memilih rute ini karena harga tiket Jakarta - Singapore sudah meroket menjelang libur natal dan tahun baru. Pesawat Sriwijaya Air berangkat dari bandara Soekarno Hatta pukul 8.30 pagi dan tiba di bandara Hang Nadim, Batam pukul 10.15. Setelah pengambilan bagasi, kami menuju mobil penjemput. Karena dijemput, aku mengajak keluargaku makan sop ikan yang terkenal di Batam, YonKee. Sebetulnya yang terkenal berlokasi di daerah Nagoya, tetapi karena kapal cepat yang menuju Singapore lebih banyak rute di Batam Centre, penjemput kami mengantarkan kami ke sop ikan Yong Kee yang berlokasi di Kepri Mall. Sayangnya, pagi itu, restaurant banyak yang masih tutup, entah memang belum buka atau tutup karena tanggal merah. Akhirnya kami memutuskan makan di restaurant sea food yang kebetulan buka dan berlokasi dekat pelabuhan Batam Centre.
Setelah makan, aku mencoba browsing di Ipadku, untuk melihat jadwal keberangkatan kapal cepat yang terdekat. Ternyata, ada, yaitu pukul 12.40 dan selanjutnya pukul 14. Bergegas kami menuju Pelabuhan Batam Centre. Setiba di pelabuhan, bergegas aku dan ayahku membeli tiket kapal cepat Batam Fast pukul 12.40 karena tidak keburu untuk membeli tiket kapal cepat Penguin yang antriannya lebih panjang. Tidak perlu menunggu di boarding room, kami langsung berangkat menuju Singapore.
Kami tiba di Sentosa Island pukul 17. Setelah puas berfoto-foto, di depan Universal Studio, next destination adalah Mustafa Centre. Di Mustafa Centre, rute MRT terdekat adalah Farrel Park. Kami memutuskan untuk makan malam di sana, mencoba masakan khas Arab, nasi Beriyani yang banyak ditemukan di daerah Mustafa Centre. Malam itu, kawasan tersebut sangat ramai, dipenuhi oleh orang2 India, yang berbelanja. Suasananya sangat ramai dan crowded. Telingaku berdenging mendengar suara2 orang India itu.
Mustafa Centre sering kali dikunjungi oleh orang2 Indonesia untuk membeli oleh2 seperti candies dan coklat. Berbagai macam varian yg unik dan tidak ada di Indonesia banyak dijual disana. Setelah berbelanja, kami pulang ke hotel dengan menyewa van seharga S$ 20. Relatif murah mengingat kami semua bertujuh.
Setiba di hotel, berakhirlah perjalanan hari pertama kami. Harus tidur cepat karena, keesokan hari merupakan hari yang sangat melelahkan , mengingat jadwal rencana perjalanan kami padat.
No comments:
Post a Comment